BEGINNING

Friday, March 12

FANFIC : PERANG!! EPISODE 4 DAN 5

Alert : Post ini untuk 20 thn ke atas..Bahasa dan isi ekstrim..klo punya masalah dengan itu, lewatkan post ini..Kerusakan ahklak n moral tanggung sendiri yaa..huahahaha!Kami sudah peringatkan!!



Episode 4

2 jam kemudian

Rob berbaring disitu dan mencoba untuk rileks. Tangannya sudah mulai mati rasa dan rasanya dia ingin pipis. Satu-satunya alasan dia tidak berteriak adalah saat membayangkan wajah Kristen nanti saat pembalasan tiba. Dia tidak memikirkan hal lain sejak Kristen menutup pintu, yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana cara membalas Kristen. Dia akan membalasnya lebih daripada borgol ini.

Ketika akhirnya dia mendengar ketukan di pintu, Dia merasa agak lega bercampur panik. Bagaimana kalo yangmasuk adalah seseorang yang tidak dia kenal, bagaimana dia harus menjelaskan tentang foto dirinya yang hanya ditutupi dengan bantal pada ibunya.

"Aku akan menyuruh Kristen untuk menjelaskannya, hey Kris jelaskan pada ibuku kenapa sampai ada foto telanjangku di majalah-majalah." Kata Rob sambil menggerakkan kepalanya sedikit. Suara pintu diketuk terdengar lagi.

"Hey Rob apakah kau di dalam?"

"Jacks cepat masuk ke sini!" Aku berteriak, kemudian menunggu Jackson masuk ke kamar.

"Geez man! Sedikit peringatan napa!Aku pikir aku buta mendadak neh!"

"Cepat lepaskan borgol keparat ini dariku."

"Aku harap Kristen yang melakukan ini padamu, karena aku takut padanya, aku tidak mau diinterogasi olehnya." Jackson mengambil selimut untuk menutupi Rob.

"Tentu saja ini Kristen. Kau pikir siapa lagi. Aku hanya bodoh kalau di dekat dia."

"Aku tau Kristen pasti suka yang beginian." Lanjut Jackson.

"Dan alasan kau sampai  berfikiran seperti itu karena..."

"Umm..Shit!Apakah aku bilang keras-keras?"

"Jacks, kalo aku bisa merasakan tanganku, sudah kupukul kau."

"Oh ayolah..Seperti kau tidak pernah saja memikirkan Kristen untuk mengikatmu saat dia masih berpacaran dengan Mike."

"Apakah kau akan berdiri disitu, memberitahukan aku bahwa kau ingin pacarku mengikatmu?"

"Kalau aku bilang tidak, apakah kau percaya?"

"Cepat lepaskan aku dan aku akan lupakan percakapan ini."

"Kedengaran bagus untukku, jadi mana kuncinya. Jangan bilang dia tidak meninggalkan kuncinya."

"Periksa meja, aku rasa aku melihatnya melempar sesuatu ke sana."

"Yup.ada."

"Thx god. Sekarang cepat lepaskan aku, aku sudah gak tahan mo ke kamar mandi." Ketika dia merasakan borgolnya terlepas, langsung dia berdiri tanpa peduli kalo sedang telanjang.

"Pastikan kau cek toilet apakah ada plastik."

Rob tidak mengerti apa maksud Jackson tapi dia sekarang tidak peduli.

"Dude..bisa gak ntar sebelom kau keluar, kau pake baju  dulu. Aku yakin sekarang aku takut pada hidupku, so jangan buat aku lebih menderita lagi." 

Rob hanya setengah mendengarkan. siapa yang kira kalau kencing bisa sangat melegakan dan mneyenangkan. Dia men flush toilet dan mengambil handuk untuk dipasang dipinggangnya.

"Apa maksudmu dengan plastik tadi?" Tanya Rob pada Jackson. Sambil meraih baju dan celananya.

"Saat aku bangun tadi pagi, aku ke kamar mandi untuk kencing, dan ternyata toilet itu sudah ditutupi palstik. Kau harus liat, berceceran dimana-mana."

"Itu menjijikkan. Sepertinya itu ide Nikki." Rob berkata sambil berjalan lagi ke kamar mandi.

"Yeah,..Kellan dikerjain dua kali pagi ini. Dia mau memakai deodoran hanya saja mereka sudah menukarnya dengan cream cheesse, dia bilang sekarang baunya sudah kayak keju busuk."  Rob berpikir bahwa itu ide yang lumayan bagus.

"Kemudian Kellan ke kamar mandi, dan waktu dia flush toiletnya ternyata sudah dikasih sabun warna kuning, jadi buihnya kemana-mana. Dia harus memanggil  petugas kebersihan untuk membereskan itu. Dia bilang cewe-cewe itu lebih hebat dari yang dia duga. Aku rasa dia sedikit takut sekarang pada mereka, tapi tidak mau mengakuinya."

Rob berjalan keluar, mengambil sneakers dan memakainya. Dia berjalan ke arah Jackson kemudian memukul belakang kepalanya.

"Itu karena kau telah memikirkan Kristen untuk mengikatmu, sekarang ayo pergi. Aku ingin melihat iblis itu yang katanya pacarku, aku ingin membuat dia gemetar karena menginginkanku."

"Yeah..semoga beruntung untuk itu. Kellan kasihtau aku, kalau dia tidak mau bercinta denganmu."

"Aku anggap itu aneh karena keliatannya semua orang tau tentang kehidupan seks kami."

"Dude..Kau punya rumput-rumput yang menempel di belakang kaosmu minggu lalu, Kristen punya daun ayng menempel di rambutnya."

"Dia jatuh dan aku mau membantunya, jadi aku ikutan jatuh." Rob berkata dengan wajah yang tidak berdosa yang hanya membuat Jackson tertawa.

"Apakah itu yang kau beritahukan pada orangtuanya, ketika mereka menangkap kalian sedang berganti pakaian?"

Rob ingat saat itu dia membeku di tempatnya, ketika tiba-tiba orangtua Kristen muncul di trailernya. Kristen tersenyum dan memeluk orang tuanya. Sementara ia hanya berdiri kaku menanti ayah Kristen akan membunuhnya.

"Tidak, aku biarkan dia yang menjelaskan semuanya. Dia memberitahukan mereka, tepat seperti apa yang kuberitahukan padamu."

"Aku berani bertaruh bahwa mereka akan percaya pada kalian sama seperti saat ini aku percaya pada kalian." Jawab Jackson penuh sarkartis.

"Aku menunggu dia sampai berumur 18 tahun , yang mana aku baru bisa melakukannya."

"Dia berumur 18 tahun saat kau mulai kencan dengannya."

"Hey..Aku ini orangnya polos sampai aku bertemu Kristen. Tanya saja pada ibuku."

"Tolong deh..ibumu lebih sayang pada Kristen, dia akan membela Kristen daripada membelamu."

"Aku tau. Gila gak tuh?" Rob menggelengkan kepalanya sambil tertawa, dia bertanya-tanya dimana sekarang Kristen bersembunyi. Mereka berjalan menuju tangga, dan tiba-tiba mereka mendengar teriakan.

"Sepertinya itu suara Ashley." Jackson berkata sebelum keduanya buru-buru menuju kamar cewe-cewe.

Episode 5

Kristen menyender di tembok, sambil melihat Ashley yang sedang memarahi Kellan. Kellan hanya menunduk, sementara Ashley menggaruki seluruh badannya. Mungkin gurauan ini sudah kelewatan, tapi hey..namanya juga perang!

"Aku akan melawanmu sekarang, aku tidak peduli aku lebih besar dan kuat dariku. Memikirkan kau akan kesakitan sudah merupakan motivasi buatku." Kata Ashley sambil berusaha memukul muka Kellan tapi hanya bisa mencapai bahunya.

"Kau menuangkan sirup di celanaku ketika kita sednag sarapan. Bisa gak kau bayangkan betapa tidak nyamannya itu?!"

"Plis deh..bisa lebih kayak cewe lagi gak seh?!" Kata Nikki sambil berdiri di sebelah Ashley.

"Kau meletakkan jamur di omeletku. Aku alergi itu tau!Asshole!" Ashley berteriak sambil menghentakkan kakinya dengan kesal.

Kristen kaget mendengar teriakan itu, ini tidak akan berakhir dengan baik. Dia mendengar pintu kamar terbuka, dan melihat Rob dan Jackson masuk ke kamar itu juga. Kristen berfikir kapan Rob akan muncul, dia kangen ingin berada dekat Rob beberapa hari ini. Tapi sulit kumpul-kumpul dengan mereka sambil paranoid tentang sesuatu yang buruk yang akan terjadi kemudian.

Rob berjalan ke arahnya, dan ikut menyender di sebelah Kristen. Dia merasakan lengan Rob menekan lengannya, dan dia menyender lebih dekat ke arah Rob.

"Hey." Rob berbisik ke arahnya sambil mencium kepalanya.

"Aku bertanya-tanya kapan kau akan muncul."

"Yeah..sori aku tadi sedang terikat, kau taulah seperti apa."

"Aku hanya dapat membayangkannya." Kristen menghela napas kecewa.

"Aku yakin kejadian itu bisa diulang lagi." Kata Rob.

Kristen berpikir apakah suaranya bisa lebih seksi lagi, apakah Rob harus berbicara sangat dekat di telinganya. Dia tau dia menyiksa dirinya sendiri dengan tidak menjauhi Rob tapi dia tidak bisa membuat kakinya bergerak.

"Ashley mungkin akan membunuhnya, apakah aku tidak mau menolongnya?"

"Ashley seperti disengat banyak lebah. Itu adalah hal terjelek yang pernah aku lihat. Dia seperti STD berjalan."

Kristen langsung mendengus geli terkejut mendengar perkataan Rob. Shit! Seharusnya dia tidak tertawa. Dia melihat semua orang memandang ke arahnya.

"Um..Rob berkata untuk mencukur rambut agar menghilangkan sirup. Dia pikir itu akan  membuatnya kelihatan besar." Kristen mengangkat bahu, tidak mau melihat ke arah Rob.

"Apa yang kau bicarakan?" Kristen tersenyum pada Rob sambil pelan-pelan menjauhi Rob. Rob tidak melepaskan pandangannya ke arah Kristen, jadi Kristen melangkah lagi  agar jauh dari Rob.

"Apa yang kau cukur, serius, man,..jangan pernah berpikiran begitu. Itu adalah hal yang harus kau simpan sendiri. Aku agak sedikit aneh bahwa kau merasa perlu berbagi tentang itu."

Kristen melihat ke arah Kellan , mengharapkan Kellan agar menutup mulutnya, Rob melihat dari Kristen kemudian kembali melihat Kellan. Rob mengangkat tangannya seperti menyerah.

"Aku akan memberikan segalanya biar aku tau apa itu maksudnya."

Itu merupakan petunjuk untuk Kristen, pelan-pelan dia menuju ke arah pintu kamar Nikki, mungkin Rob tidak akan melihatnya kalau dia diam-diam menyelinap keluar.

"Berhenti Stewart, aku mau tau apa yang dibicarakan Kellan dan aku benar-benar tidak mau kehilangan ini karena aku harus mengejar your skinny ass."

Kristen menjulurkan lidahnya ke arah Rob, tidak begitu peduli apakah Rob akan melihatnya atau tidak.

"Aku lihat itu."

Shit pikir Kristen dan ia menunggu ketika Kellan memberitahukan Rob bahwa Ashley menumpahkan sirup ke celananya.

"Jadi kenapa kau belum mandi juga sekarang." Kata Jackson dengan muka jijik. Kristen hanya diam dan berpikir bahwa Rob masih melihat ke arahnya.

"Karena Ashzilla tidak memperbolehkan aku." Kata Kellan. Saat mendengar itu, Ashley langsung menerjang Kellan dan berkata,

"Aku beri kau Ashzilla, dasar kau gorila yang kebesaran!"

"Singkirkan dia dariku. Aku tidak mau ketularan gatal-gatal darinya!" Kata Kellan.

Kristen melihat Nikki dan Jackson menarik Ashley, tapi Ashley sempat menggunakan lututnya untuk menendang selakangan Kellan.

"OW..SHIT..Fuck!

Kristen melihat Kellan yang sedang kesakitan , kemudian melihat ke arah Rob yang meringis simpati melihat Kellan.

"Kristen, bantu aku memegang Ashley." Kata Nikki. Kristen menuju ke arah Ashley dan memegang sebelah lengannya.

"Ayo Ash..Mari duduk, dan kami akan memberimu oatmeal untuk menghilangkan gatal-gatal itu." Mereka membawa Ashley ke kamarnya.

"Stewart, kita akan bertemu nanti, dan bicara tentang kebutuhanmu untuk berbagi." Kata Rob.

Shit. Rob masih memanggilnya dengan nama belakangnya. Kristen padahal berharap dia sudah keluar dari kamar itu, sebelum Rob keburu ingat padanya.

"Jam berapa bagusnya." Kata Rob.

"Jam 10. Temui aku jam 10."

"7."

"Jam 9 aja ya..Ok!Jam 9. Aku akan meneleponmu. I love you." Kristen memberikan tatapan penuh cinta.

"Tetap jam 7." Kata Rob sambil memutar matanya, melihat cara Kristen yang menyedihkan untuk melunakkannya.

"Shit." Kristen berkata sambil berjalan ke arah kamar Ashley.

Bersambung..
___________________________

Huahahahaha..makin seru yaaa!!

Ntar perang mereka makin gila!..n kalian juga makin gila desak-desak gw buat cepet update!hauhahaha...

Kayak bener dibuat berdasarkan karakter asli mereka gt ya...so much entertaining!Gw aja sambil translate sambil ketawa2 gt..again..n again...wkwkwkwk..Ato jangan2 gw emang dah gila..huahahahha..

Makasih xglamour84gurlx.livejournal..THIS FANFIC IS GREAT!!

Translator n Post : Melinda






















No comments:

Post a Comment

Post a Comment