BEGINNING

Showing posts with label PERANG. Show all posts
Showing posts with label PERANG. Show all posts

Tuesday, March 16

FANFIC : PERANG!! EPISODE 8 (TAMAT)

Alert : Post ini untuk 20 thn ke atas..Bahasa dan isi ekstrim..klo punya masalah dengan itu, lewatkan post ini..Kerusakan ahklak n moral tanggung sendiri yaa..huahahaha!Kami sudah peringatkan!!



Episode 8

10 menit lagi menuju tengah malam

Kristen berada di kamarnya. Dia sudah melakukan banyak ha selama 1 jam tadi. Dari mandi sampai membereskan pakaian-pakaiannya. Dia merasa akan gila. Dia sudah tidak sabar menanti jam 12 malam. Dia melihat jam di meja samping tempat tidurnya.

11.50pm

Dia memainkan rambut dengan jarinya sambil berpikir bahwa butuh waktu 30 detik untuk ke kamar Rob , 10 detik menunggu Rob sampai membuka pintu.

"9 menit dan 20 detik lagi."  Kemudian Kristen memutar bola matanya.

"Plis deh Kris..gak bisa lebih gila dari ini apa?! Ada apa denganku. Sepertinya aku seorang pecandu. Sialan!Kellan benar. Mungkin aku harus bergabung dengan Robert Pattinson Club. Hai namaku Kristen Stewart, ini sudah 2 hari, 23 jam, dan 51 menit sejak aku bercinta." Kristen tertawa cekikikan membayangkan kamar yang penuh foto Rob dan kaos-kaos, semua gadis-gadis lemah akan senyumnya.

Dan di club itu dia harus jadi Presiden nya. Dia tau, kalau Rob bisa membaca pikirannya, pasti dia kan menggodanya habis-habisan. Kemudian Kristen melihat kukunya, dan berpikir mungkin dia harus mengecat kukunya. Dia memang bukan tipe seperti itu, tapi dia merasa akan mati bosan karena menunggu tanpa melakukan apa-apa.

"Aku benar-benar sudah gila." Dia melihat jam lagi.

11.59pm

"Akhirnya!" Kristen berdiri sambil mengambi borgol seperti yang diminta oleh Rob kemudian lari menuju kamarnya. Tanpa ragu dia mengetuk pintu nya. Kristen mendengar Rob berjalan ke arah pintu, tubuhnya langsung bereaksi. Kristen berharap Rob bisa lebih cepat lagi, rasanya seperti bermenit-menit bukannya beberapa detik saja untuk Rob membuka pintu. Tiba-tiba pintu terbuka, Rob berdiri di sana memakai kaos dan sweat pants yang rendah di pinggulnya. Mata Kristen mengamati setiap inci dari Rob, jari-jarinya terasa gatal ingin menyentuh kulit Rob.

Kristen berjalan masuk sambil mendorong Rob ke kamar, menendang pintu agar tertutup. Dia menarik baju Rob, melepaskannya, sementara bibirnya mencium Rob dengan penuh rasa putus asa dan rasa lapar.

Kristen merasa tangan Rob masuk ke dalam kaosnya, dan Rob melepaskan kaosnya dengan mudah, kemudian melemparnya ke lantai seperti yang dilakukan Kristen pada kaosnya. Kemudian Rob menarik Kristen dan Rob langsung mengerang saat merasakan sentuhan kulit mereka.

"Fuck" Kristen mengerang saat merasakan ibu jari Rob menggosok putingnya.

"Lingkari kakimu di pinggangku, Love." Kristen melingkarkan kakinya di pinggang Rob sementara Rob mengangkat Kristen. Kristen menggosokkan dirinya ke kejantanan Rob, menyukai suara yang dikeluarkan Rob saat dia melakukan itu, Kristen mengulanginya lagi. Tangan Rob menarik kepala Kristen untuk menciumnya lagi. Kristen tidak sadar bahwa mereka bergerak sampai punggungnya menyender di pintu.

"Ouch .." Kristen mengaduh, Rob langsung terdiam terpaku.

"Apakah aku menyakitimu?" Muka Rob langsung cemas.

"Tidak." Kristen meraih belakangnya untuk mengambil borgol.

"Aku hampir lupa itu." Kata Rob sambil tersenyum.

"Pegang itu sebentar." Katanya lagi sambil membawa Kristen ke tempat tidur, kaki Kristen masih dipinggang Rob. Dia merasa gemetar saat Rob menekannya. Dia merasa terbakar, tubuhnya menggelenyar dengan kebutuhan.

Rob mengambil borgol itu, menekan tubuh Kristen agar bisa mengunci tangan Kristen di kepala besi kasurnya. Setelah itu, tangan Rob membelai lengannya dengan penuh kelembutan, mulutnya mencium samping tulang selangkanya, Kristen tau besok dia pasti akan memar sedikit, tapi dia tidak peduli.

Kristen tidak yakin bagaimana dia bisa tahan lebih lama lagi, ketika mulut Rob pelan-pelan mencium dan suck putingnya.Kristen tambah mendekatkan dirinya, tangannya yang diborgol terasa semakin mengencang. Gigi Rob menggigit putingnya setelah itu lidahnya menjilat bagian yang telah digigitnya. Kristen merasa kelembaban di antara kakinya ketika Rob melakukan hal yang sama dengan putingnya yang lain.

"Kau benar-benar mau membunuhku." Kristen berusaha sedikit menenangkan dirinya.

"Ini belum seberapa, Love." Rob bergerak ke bawah tubuhnya, berhenti untuk mencium kulit Kristen yang telanjang, tangannya meraih pinggang celana pendek Kristen sambil menciumi pinggulnya. Rob tersenyum saat mendengar erangan Kristen, Rob menyelipkan jari-jarinya ke dalam shortnya dan menariknya pelan-pelan. Rob melempar short itu ke lantai seperti halnya baju-baju mereka yang lain.

Rob gak akan pernah melupakan pemandangan ini. Tangan Kristen terikat di atas kepalanya. Keringat berkilauan di kulit porselennya, bibirnya merah karena gigitannya. Matanya penuh nafsu dan cinta, kebutuhan yang tergambar di matanya sangat dalam dan intens sehingga Rob merasa lemah di lututnya. Ini adalah fantasi yang benar-benar hebat dan tidak bisa ada yang menandinginya.

Rob melepaskan celananya dan melemparkannya ke lantai, dia menunduk ke arah Kristen, melebarkan kaki Kristen, tangan Rob menyentuh bagian bawah kakinya terus naik ke selakangannya.

"Rob!Plisss..." Suara Kristen yang memohon mengahncurkan daya tahan Rob. Rob mencium bagian dalam selangkangannya, terus berlanjut hingga sampai ke pussy nya Kristen. Kristen sudah basah dan siap dan bau Kristen sudah bisa membuat Rob merasa ejakulasi mendadak. Rob tetap mencium pussynya sebelum lidahnya menjilatnya, jari-jarinya membuka pussy Kristen agar bisa lebih mempermudah.

"Fuck!..Oh..God...Fuck!Fuck!" Rob merasa pussy Kristen yang mengencang di sekitar jari-jarinya. Kemudian Rob mengangkat kaki Kristen untuk melingkari pinggangnya lagi, Rob mengerang saat memasukkan dirinya dalam-dalam ke Kristen dan Rob mendorong Kristen ke arah kepala kasurnya. Rob meraih borgol Kristen dan melepaskannya, karena dia butuh tangan Kristen untuk menyentuhnya.Begitu tangannya terlepas, Kristen langsung menyentuh seluruh tubuh Rob. Rob yakin besok punggungnya akan penuh bekas cakaran.

"OH SHIT ROB! Lebih kuat!!" Rob berpegangan pada kepala kasur, sementara Rob memasuki dan mendorong Kristen lebih kuat dan dalam. Keringat di badan, suara desahan dan erangan, napas yang berat, memenuhi kamar itu. Akhirnya Rob merasa kan tubuh Kristen yang bergetar dan Kristen mendesahkan namanya sambil menggigit bahu Rob, tubuh Kristen terasa santai. Rob memegang wajahnya dan melihat Kristen dengan penuh cinta sementara dirinya juga bergetar karena pelepasannya.

"Bagaimana kalo kita mandi air hangat, aku pikir otot-ototku membutuhkannya."

Kristen mengangguk setuju.

"Ok..siap-siap.Aku akan mengambil handuk." Kata Kristen.

Rob memandang Kristen ynag berjalan ke kamar mandi, kemudian dengan cepat dia mengambil HP nya dan berkata,

"Lima menit." Sebelum dia menutup teleponnya kembali. Dia mendengar shower menyala dan dalam hitungan 10 dia mendengar Kristen berteriak.

"Kris kau baik-baik saja." Rob pura-pura bego. Dia berjalan ke kamar mandi dan melihat Kristen melompat dari shower penuh dengan bahan yang liat dan lengket.

"Apaan tuh?"

"Aku gak tau Rob, kau yang kasih tau aku."

Rob mengangkat bahu, kemudian mendengar teriakan dan gedoran di pintu kamarnya.

"Rob!Kau di dalam? Alarm kebakaran hidup, kita harus cepat keluar. Ayo bangun!" Teriak Jackson.

"Iya. Aku datang!" Rob memberikan Kristen handuk dan sweatpants nya, kemudian mendorong Kristen. Rob tidak memberi kesempatan sedikitpun untuk Kristen berpikir. Tangan yang dipegangnya begitu lengket, dia tersneyum membayangkan bagaiman ekspresi Kristen 30 detik lagi. Saat mereka masuk ke kamar lagi, tiba-tiba ada bulu-bulu yang dilempar ke arah mereka. Kristen mendadak diam terpaku. Kemudian Rob melihat Kristen.

Rob langsung tertawa tak tertahankan. Kristen melihat Rob dengan sebal, dari wajahnya yang tertutup oleh bulu-bulu, dia menarik tangannya dari tangan Rob.

"Say cheese!" Rob mengambil gambar Kristen dengan kameranya. Kristen langsung berteriak dan merapatkan handuk di bagian atas tubuhnya.

Kellan menirukan ayam untuk menggoda Kristen. Dan Jackson tertawa ngakak.

"Kalian curang!Ini kan sudah lewat tengah malam!" Kata Kristen.

"Nope. Ini baru jam 11.50pm, aku yakin jika kau melihat jam di HP mu kau pasti tau." Jawab Jackson.

"Jam di kamarku?"

"Aku yang melakukannya." Kata Kellan sambil menyeringai.

"Rob apa yang kau lakukan dengan foto itu." Rob melihat ke arah Kristen yang sudah seperti ayam, dia menahan tawa sebelum menjawabnya.

"Well..Ini akan jadi gambar di kartu natalku untuk tahun depan. Aku pikir kita dapat melakukannya bersama sebagai pasangan dan mengirimkannya kepada teman-teman kita. Pasti akan sangat menyenangkan."

"Kalo ada siapa pun yang melihat gambar itu, aku juga akan mengirimkan gambarmu ke tabloid-tabloid." Ancam Kristen.

"Masalahnya Kris..Aku tidak sengaja menghapus gambarku yang kau ambil itu, ketika aku sednag bermain-main dengan kameramu."  Rob mengangkat bahu dengan tidak berdosa, tapi dia terkejut melihat Kristen tersenyum.

"Yeah..aku benar-benar bodoh karena telah membuat copy nya, jaga-jaga aja kalo kejadian seperti ini benar terjadi."

"Aku akan bakar punyaku kalau kau juga bakar fotomu."

Kristen mempertimbangkannya dan mengangguk.

"Oh ayolah teman,..tidak akan ada yang percaya ini..lihat!Dia seperti ayam. Bagaimana kau bisa menghialngkan bukti yang begitu berharga." Kata Kellan protes.Rob memutar matanya.

"Kelihatanya kita lagi yang menang Perang tahun ini. Aw!!Fuck Kris!Kau tidak perlu menendangku, sakit tau!" Kellan berteriak.

Rob melihat Kristen berjalan ke arah kamarnya, Rob mengambil kamera yang ada di tangan Jackson dan mengejarnya.

"Ayolah, Love, ini kan hanya permainan." Rob mengikuti Kristen ke kamarnya, dan mendengar Kristen membanting pintu kamar mandinya. Rob duduk di kasurnya menunggu selama 1jam dengan sabar saat Kristen berusaha menghilangkan bulu-bulu dan benda yang lengket  di tubuhnya.

Dia langsung berdiri saat melihat Kristen keluar dari kamar mandi.

"Jadi bukan saja kau menang Perang ini, tapi kau juga sudah membuataku melanggar aturanku untuk tidak bercinta. Aku berani bertaruh kau sekarang pasti merasa bangga pada dirimu sendiri."

Rob mengangkat bahu berusaha tidak kelihatan seperti itu.

"Well Enstein, kau lupa pakai kondom, yang merupakan masalah, soalnya aku berhenti minum pil KB beberapa minggu yang lalu ketika aku sakit dan antibiotik di pil itu membuat pengobatanku tidak bisa efektif. Bagaimana perasaan mu sekarang, Jackass." Rob mengamati Kristen yang sedang berdiri smabil melipat tangannya di dadanya, Rob tiba-tiba merasa pusing dan mual. Kemudian Rob mendekati Kristen dan menrik Kristen ke dalam pelukannya.

"Aku rasa aku mau muntah, tapi kita akan menghadapi nya bersama, apapun yang nanti terjadi."

"Apakah kau takut?"

"Sangat takut, Love." Kristen memeluk Rob dengan kuat dan membisikkan ke telinganya..

"Kena kau!"

Rob langsung mendorong Kristen dan melihatya.

"Kau benar-benar akan membunuhku dengan gurauan itu, Love. Pokoknya mulai tahun depan tidak ada lagi Perang April Mop. Aku rasa aku tidak sanggup lagi. Damai??" Rob mengulurkan tangannya, dan Kristen menyambutnya.

"Ok. Damai. Sekarang ayo kembali ke tempat tidur, aku belum selesai denganmu." Rob menarik Kristen ke tempat tidurnya. Kristen tersenyum kepada Rob sebelum menirukan suara ayam. Dan mereka berdua tertawa sampai keluar air mata. Rob berpikir ini adalah saat yang terbaik dibandingkan perang yang sudah dia menangkan.

TAMAT
______________________________

Pertama-tama..jangan salahin gw dengan bahasa fanficnya..kan kalian minta yang HOT dan NO SENSOR??!! So ini dia!!hauhahahahha..

Sekali lagi gw bilang kerusakan akhlak n moral BUKAN TANGGUNGAN GW!!hauahahhaha..

Robgasm kah???wkwkwkwkkw..

Sampai ketemu di FANFIC yang lain yaaaaa...

Makasih xglamour84gurlx.livejournal..THIS FANFIC IS GREAT!!


Translator n Post : Melinda






















Monday, March 15

FANFIC : PERANG!! EPISODE 6 DAN 7

Alert : Post ini untuk 20 thn ke atas..Bahasa dan isi ekstrim..klo punya masalah dengan itu, lewatkan post ini..Kerusakan ahklak n moral tanggung sendiri yaa..huahahaha!Kami sudah peringatkan!!



Episode 6

Hari Ketiga

Kristen tidak datang ke kamar malam malam itu, dan terus-terang sekarang dia agak cemas menanti pembalasan. Apalagi kemarin tidak ada kejadian apa-apa, Kristen berfikir mungkin team cowo sedang cuti buat mengembalikan lagi harga diri mereka.

Tapi ternyata perkiraannya salah, ketika pagi harinya saat dia pergi ke kamar mandi dan harus stuck di toilet duduk yang sepertinya telah dikasih perekat. Kristen duduk terdiam tidak percaya, kemudian berusaha melepaskan dirinya dan tidak berhasil sama sekali. Kemudian dia memanggil Nikki untuk minta bantuan, Nikki agak terdiam sebentar sebelum akhirnya sadar..

"No way!!Kau benar tidak bisa berdiri?"

"Tidak. Aku manggil minta tolong cuma karena aku sedang bosan." Kristen menjawab sarkartis.

"Sori, aku tidak bisa percaya bahwa kau akan stuck di sana." Nikki berusaha menarik tangan Kristen

"Ow.. ow.. ow..." Kristen dapat merasakan kulitnya yang tertarik.

"Ayo lah Kris. Anggap saja seperti aku harus menarik plester saat waxing. Harus ditarik dengan cepat jadi gak begitu sakit."

"Yeah..well..aku belum pernah menarik plester besar di pantatku ssebelum ini. Jadi sori kalo aku berteriak kesakitan. Dalam hitungan ke 3. " Kristen menyambut tangan Nikki, menarik napas dalam, dan menggigit bibirnya untuk menahan sakit.

"1,2,3.." Kristen akhirnya lepas dari dudukan toilet kemudian jatuh menimpa Nikki yang sudah lebih dulu jatuh di lantai. Kristen merasa pusing dan sakit sekali di bagian pantatnya.

Dan sekarang Kristen berada di depan pintu kamar Rob, menggedor dan menendang pintu kamarnya, berharap Rob sedang tidur nyenyak jadi dia bisa membangunkannya. Membayangkan Rob yang kesal dibangunkan akan membuatnya sedikit puas.

"Apa salah pintuku padamu, Love?" Kristen mendengar suara seksi dan lembut di belakangnya dan agak membuatnya terkejut. Kristen menoleh sambil kerkacak pinggang, dan memberikan pandangan jutek terbaiknya. Rob hanya tersenyum melihatnya, bajingan itu tau sekali kalo Kristen paling gak bisa marah kalo sudah  liat senyumnya. Rob tau Kristen benci kalo dia melakukan itu, karena itu selalu berhasil.

"Berhenti tersenyum padaku." Kristen menahan geram. Berusaha untuk fokus kenapa tadi dia sampai kesal dan sampai menyusul Rob ke kamarnya.

"Aku gak bisa nahan diri. Kau selalu membuatku tersenyum."

Bagaimana dia bisa membuat kata-kata murahan seperti itu menjadi terdengar seksi. Kristen tidak pernah bisa mengerti, bagaimana Rob bisa membuat dia merasa terganggu dalam satu menit, tapi menit berikutnya bisa membuat dia sangat bahagia.

"Yeah..well..stop. Saat ini aku tidak mau kau tersenyum padaku." Kristen lebih merasa marah pada dirinya sekarang karena gampang selalu terpengaruh dengan Rob.

"Ku pikir aku bisa tersenyum kapanpun aku mau." Matanya terlihat penuh tawa saat berkata begitu, kemudian dia mendekati Kristen hingga Kristen menyandar di pintu kamarnya.Kristen merasa dada Rob menekan dadanya, napasnya yang hangat terasa di lehernya. Bibir Rob memcium tenggorokan Kristen, Kristen menutup matanya, sambil memiringkan kepalanya untuk mempermudah Rob. Satu tangan Rob merangkul pinggangnya erat-erat, hingga Kristen bisa merasakan ereksi Rob yang menekan tubuhnya.

"God Kris..Aku sangat merindukanmu." Kemdian Rob langsung menekan bibirnya ke bibir Kristen. Kelembutan dalam ciuman Rob membuat Kristen melayang dan lupa diri, bagaimana dia bisa marah pada Rob ketika Rob membuat perasaannya sangat kuat sampai dia tidak bisa menggambarkannya. Mereka tidak peduli dengan sekitar mereka, butuh waktu beberapa menit untuk menyadari siulan-siulan jahil.

"Rob..aku harus.." Kristen melepaskan jarinya yang berada di rambut Rob, dan melihat Kellan dan Jackson berada di dekat mereka.

"Inilah alasannya kenapa kami tau banyak tentang kehidupan seksmu, Rob. Maksudku,.. ya ampuunn!Kamarmu deket situ. Aku merasa sedang nonton porno gratis. Apakah salah satu dari kalian tidak bisa mengontrol diri kalian?"

Rob terlihat depresi saat pelan-pelan melepaskan Kristen, tapi tangannya tetap di pipi Kristen, ibu jarinya mengelus bibir bawah Kristen sambil matanya memandang Kristen dengan sangat intim dan intense. Kristen merasa terbakar di tubuhnya.

"Hey Kris..aku dengar kau mengalami pagi yang menarik. Bagaimana rasanya ditarik dengan keras saat pantatmu menempel di dudukan toilet. Mungkin sekarang kami harus menyediakan bantal agar kau duduk bisa agak lebih nyaman." Kata Jackson.

Kristen langsung tersadar saat mendengar komentar Jackson. Dia mendorong Rob, dan Rob melepaskannya dengan setengah hati. Dia melihat Rob menyenderkan kepalanya di pintu, berusaha mengendalikan diri dan frustasinya.

Kristen berjalan ke arah Jackson, sambil hanya memandangnya, langsung saja Jackson agak gemetar dengan pandangan Kristen. Kellan mendorong Jackson kearah Kristen.

"Dude..ukuran badan Kristen tuh cuma seperti anak berumr 14 tahun, masa kau takut dengannya."

Jackson memandang Kellan dengan kesal.

"Biar aku ingatkan, karena pagi ini kau berdoa sepanjang waktu semoga yang menempel di dudukan toilet itu Nikki atau Ashley, karena kau takut kalau Kristen yang sampai kena, kau tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya padamu untuk membalasmu."

"Karena dia menakutkan. Satu-satunya yang bisa lepas setelah membuat dia kesal dan marah cuma Robbie boy di sana itu tuh. Dia termakan semua rayuan Inggrisnya, dia bisa menenangkan Kristen saat yang lain tidak bisa." Kata Jackson.

Kristen melihat dari Kellan ke Jackson, bolak-balik,sebelum akhirnya dia melihat ke arah Rob yang sedang berdiri sambil memutar matanya.

"Aku beri kalian peringatan biar adil. Satu malam diantara banyaknya malam yang kalian lewatin sendirian dan kalian akan meraih lotion untuk masturbasi dan melepaskan kesepian kalian karena tidak ada satu perempuan pintar pun yang akan tahan dengan kalian. Aku mau kalian memberitahu dokter kalian yang sudah melepaskan tanganmu yang lengket dengan lem di kemaluanmu, itu terjadi karena kalian sudah membuat masalah dengan seorang perempuan."

Kristen melihat Kellan dan Jackson agak gemetar dan menjauh darinya, sementara Rob menahan tawa di belakangnya.

"Ok..selamat bersenang-bersenang, aku harus bertemu dengan cewe-cewe untuk melihat rencana berikutnya. Dia tersenyum manis pada mereka, sebelum berjalan menuju kamar cewe-cewe.

"Kris, aku mengharapkanmu tengah malam ini di kamarku." Rob berteriak ke arah nya, dan Kristen menoleh, tersenyum sambil mengedipkan matanya kepada Rob. Dia tidak sadar, sampai dikamarnya baru dia sadar kalo dia belum memarahi Rob karena kasus toilet duduk.

"Damn it! Thats stupid smile."

******

 
Episode 7

10 jam lagi menuju jam April Mop

Rob memandang Kristen yang berjalan menjauh dan tahu kalau dia masih tersenyum bodoh, tapi dia tidak peduli. Kristen selalu mengejutkannya, Rob selalu tidak pernah puas dengan kontradiksi yang dimiliki Kristen. Rob berani bersumpah bahwa tiap kali dia ingin berpikir tentang tindakan Kristen selanjutnya, yang dilakukan Kristen pasti sebaliknya.

"Dapatkah kau lebih terlihat jatuh cinta sekarang ini,..aku benar-benar mau muntah melihatnya." Kata Kellan.

"Iri bukan hal yang bagus, teman." Kata Rob mengalihkan perhatiannya kepada Kellan.

"Dia baru saja mengancamku akan menaruh lem dengan tanganku, di kemaluanku,..dan kau malah melihatnya dengan penuh kekaguman. Kalian berdua sangat cocok satu sama lain. Sama-sama gila." Lanjut Kellan.

Rob langsung tertawa mengingat ancaman Kristen.

"Kalian harus hati-hati, aku merasa kasihan pada kalian berdua."

Rob melihat kecemasan di muka mereka. Mereka memang harus khawatir, jika aku jadi mereka, aku tidak akan masturbasi lagi takut akan mengakibatkan kerusakan. Dia hanya bisa membayangkan tangan yang menempel dan tidak bisa digerakkan. Sangat mengerikan.

"Kau benar-benar berpikir dia akan melakukan itu, bukannya dia hanya bercanda?" Kata Jackson.

"Aku tidak pernah melihat Kristen mengancam tanpa melakukannya, tapi mudah-mudahan kau benar."  Rob memberikan senyum simpati kepada Jackson sebelum berbalik ke arah Kellan.

"Apakah semuanya sudah siap untuk malam ini? Aku tidak mau ada kesalahan." Rob memandang mereka berdua, dan mereka mengangguk.

"Kau benar-benar tidak takut sedikitpun padanya?" Jackson memandang Rob sambil menaikkan alisnya, Rob hanya menyeringai.

"Dia menakutkanku dalam berbagai cara daripada yang kalian bayangkan. Aku akan menelepon kalian jika semuanya beres." Rob kembali ke kamarnya, lebih tidak sabar menunggu hari ini akan berakhir.

6 jam menuju April Mop

"Kami perlu HP kami, kau tidak bisa mencurinya begitu saja."  Nikki bicara dengan Jackson yang sedang duduk di sofa membelakanginya sambil menonton tv.

"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Aku dari tadi duduk disini belum pernah meninggalkan kamarku.Mungkin karena akar rambut blonde mu merusak sel-sel di otakmu."

Nikki berjalan ke arah belakang Jackson yang membisikkan di telinganya..

"Aku tidak akan mengeluarkan gurauan tentang blonde kalau aku jadi kau. Kau juga blonde." Nikki membelai rambut Jackson kemudian berdiri dengan senyum puas.

"Sampai jumpa Jackson."

Nikki berjalan ke arah pintu sambil berpikir berapa lama waktu yang diperlukan agar bedak gatal yang ditaruhnya di rambut Jackson bereaksi.

"Sekarang siapa yang blonde bego." Kata Nikki sambil menyeringai.

4 jam lagi

"Dude..apakah kau yang bau di hall ini?" Kata Jackson sambil menggaruk-garuk kepalanya, Kellan sedang menutup hidungnya.

"Ashley dan Kristen meletakkan bom bau di kamarku. Aku berusaha mengeluarkan baunya saja. Apakah kau baik-baik saja, kau menggaruk-menggaruk seperti monyet."

"Aku tidak tau, aku hanya merasa benar-benar gatal!"

"Mungkin kau harus mengeceknya."

"Aku akan mandi, mudah-mudahan gatalnya hilang. Mungkin kau harus membeli penyegar ruangan, sebelum orang-orang semua komplen."

3 jam lagi

"Hai Kris!"

Kristen berhenti saat mendengar Rob memanggilnya. Dia melihat Rob penuh curiga, sementara Rob mengangkat tangannya tanda menyerah sambil mendekatinya.

"Stop di situ Rob! Kita masih punya 3 jam lagi sebelum tengah malam dan Perang ini selesai. Sampai saat itu kau tidak boleh mendekatiku."

Rob tetap berjalan mendekatinya.

"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin melihatmu, dan kasih tau kalo ntar malam saat kau ke kamarku jangan lupa bawa borgol yang kau curi dari kamarku."

"Aku tidak tau apa maksudmu." Kristen berkata sambil mengangkat bahu tidak peduli. Mengamati Rob yang semakin mendekatinya.

"Aku gak akan mencoba melakukan apa-apa. Aku hanya mau ciuman dan memberitahumu tentang borgol itu. Tidak ada maksud lain." Kristen membiarkan Rob yang semakin mendekatinya. Kristen tidak begitu yakin apakah Rob berbohong tapi jika Rob tidak berbohong, Kristen pasti bodoh kalau tidak menciumnya.

"Hanya satu ciuman."

"Love,..dengan mu tidak pernah hanya satu ciuman."

"Jangan mencoba merayu ya."

"Aku tidak merayu, hanya berkata jujur. Sekarang diam jadi aku bisa menciummu." Rob menggunakan jarinya untuk memiringkan kepala Kristen, bibirnya hanmpir menyentuh bibir Kristen sebelum Kristen menarik dirinya.

"Gak becanda ya." Kata Kristen.

"Gak sama sekali." Rob menarik Kristen lagi, kemudian mencium bibirnya. Kristen merasa pas di pelukan Rob, seperti dia memang tercipta untuk dipeluk oleh Rob. Rob mengerang saat merasa lidah Kristen masuk di sela bibirnya. Tangannya menarik kepala Kristen untuk lebih memperdalam ciumannya.

Kristen merasa tangan Rob memegang erat kepalanya, ketika dia menggigit lembut bibir Rob. Tangan Rob yang lain memegang pantatnya, sebelum akhirnya menyelipkan tangannya di kaos belakang Kristen. Jari-jari Rob mengelus-ngelus punggungnya sehingga semakin membuat Kristen gemetar. Rasa ingin dekat dengan Rob sangat tidak tertahankan, Kristen semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh Rob. Kristen merasakan Rob menarik pelan bibirnya darinya, Kristen merasa sedikit kecewa tapi kemudian dia merasakan Rob menariknya lagi untuk kembali menciumnya.

Napas Rob semakin berat, tangan Rob menahan pinggul Kristen, berusaha untuk menenangkan dirinya kembali. Rob berusaha fokus dan mengontrol dirinya agar tidak menarik Kristen lagi ke pelukannya.

"See!Aku kan sudah bilang, ini tidak pernah hanya sekedar satu ciuman." Rob berusaha menguasai libidonya dengan bergurau. Tapi ini bukan gurauan. Dia selalu merasa begini kalau berada satu ruangan dengan Kristen, bahkan sejak pertama kali saat Rob melihat Kristen.

"Kau sengaja melakukannya.Aku tidak akan merubah aturan."

"Love,.aku masih punya tanda bekas cakaranmu di dadaku. Mau lihat?" Rob tersenyum menggoda sambil melihat Kristen yang sedang berkacak pinggang.

"Kau tau apa maksudku. Aku tidak akan bercinta denganmu sampai Perang ini selesai."

"Iya aku tau. Aku gak budeg. Aku bisa sabar kok nunggu 3 jam lagi tapi kau harus pergi sekarang sebelum aku menerkammu dan kita ditahan karena melakukan seks di tempat umum." Rob melihat keraguan di mata Kristen, sebelum akhirnya dia pergi.

Rob mengamati Kristen yang pergi menjauh , sebelum matanya melihat ke arah pantat Kristen dan tersenyum melihat Note yang sudah ditempelinya di sana.

"Spunk Ransom di sini"

Kristen pasti akan sangat kesal saat dia menyadari bahwa dia berjalan ke lokasi syuting dengan note menempel begitu, sayang dia tidak bisa menyaksikannya. Di sisi lain, hal yang benar-benar bagus belum terjadi dan dia sudah tidak sabar.

Bersambung...
_________________________

hauhahahah..OK GALS n MOMS!..1 more episodes left!
Secepatnya gw update!Sabar yaaaa..mwuah

Dan sedikit info KALI INI Kristen datang ke kamar Rob soalnya itu hari terakhir sebelum April Mop!

 Siap2 my ladies!..Robgasm mendadak!hauhahahahha..

Makasih xglamour84gurlx.livejournal..THIS FANFIC IS GREAT!!


Translator n Post : Melinda
















Friday, March 12

FANFIC : PERANG!! EPISODE 4 DAN 5

Alert : Post ini untuk 20 thn ke atas..Bahasa dan isi ekstrim..klo punya masalah dengan itu, lewatkan post ini..Kerusakan ahklak n moral tanggung sendiri yaa..huahahaha!Kami sudah peringatkan!!



Episode 4

2 jam kemudian

Rob berbaring disitu dan mencoba untuk rileks. Tangannya sudah mulai mati rasa dan rasanya dia ingin pipis. Satu-satunya alasan dia tidak berteriak adalah saat membayangkan wajah Kristen nanti saat pembalasan tiba. Dia tidak memikirkan hal lain sejak Kristen menutup pintu, yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana cara membalas Kristen. Dia akan membalasnya lebih daripada borgol ini.

Ketika akhirnya dia mendengar ketukan di pintu, Dia merasa agak lega bercampur panik. Bagaimana kalo yangmasuk adalah seseorang yang tidak dia kenal, bagaimana dia harus menjelaskan tentang foto dirinya yang hanya ditutupi dengan bantal pada ibunya.

"Aku akan menyuruh Kristen untuk menjelaskannya, hey Kris jelaskan pada ibuku kenapa sampai ada foto telanjangku di majalah-majalah." Kata Rob sambil menggerakkan kepalanya sedikit. Suara pintu diketuk terdengar lagi.

"Hey Rob apakah kau di dalam?"

"Jacks cepat masuk ke sini!" Aku berteriak, kemudian menunggu Jackson masuk ke kamar.

"Geez man! Sedikit peringatan napa!Aku pikir aku buta mendadak neh!"

"Cepat lepaskan borgol keparat ini dariku."

"Aku harap Kristen yang melakukan ini padamu, karena aku takut padanya, aku tidak mau diinterogasi olehnya." Jackson mengambil selimut untuk menutupi Rob.

"Tentu saja ini Kristen. Kau pikir siapa lagi. Aku hanya bodoh kalau di dekat dia."

"Aku tau Kristen pasti suka yang beginian." Lanjut Jackson.

"Dan alasan kau sampai  berfikiran seperti itu karena..."

"Umm..Shit!Apakah aku bilang keras-keras?"

"Jacks, kalo aku bisa merasakan tanganku, sudah kupukul kau."

"Oh ayolah..Seperti kau tidak pernah saja memikirkan Kristen untuk mengikatmu saat dia masih berpacaran dengan Mike."

"Apakah kau akan berdiri disitu, memberitahukan aku bahwa kau ingin pacarku mengikatmu?"

"Kalau aku bilang tidak, apakah kau percaya?"

"Cepat lepaskan aku dan aku akan lupakan percakapan ini."

"Kedengaran bagus untukku, jadi mana kuncinya. Jangan bilang dia tidak meninggalkan kuncinya."

"Periksa meja, aku rasa aku melihatnya melempar sesuatu ke sana."

"Yup.ada."

"Thx god. Sekarang cepat lepaskan aku, aku sudah gak tahan mo ke kamar mandi." Ketika dia merasakan borgolnya terlepas, langsung dia berdiri tanpa peduli kalo sedang telanjang.

"Pastikan kau cek toilet apakah ada plastik."

Rob tidak mengerti apa maksud Jackson tapi dia sekarang tidak peduli.

"Dude..bisa gak ntar sebelom kau keluar, kau pake baju  dulu. Aku yakin sekarang aku takut pada hidupku, so jangan buat aku lebih menderita lagi." 

Rob hanya setengah mendengarkan. siapa yang kira kalau kencing bisa sangat melegakan dan mneyenangkan. Dia men flush toilet dan mengambil handuk untuk dipasang dipinggangnya.

"Apa maksudmu dengan plastik tadi?" Tanya Rob pada Jackson. Sambil meraih baju dan celananya.

"Saat aku bangun tadi pagi, aku ke kamar mandi untuk kencing, dan ternyata toilet itu sudah ditutupi palstik. Kau harus liat, berceceran dimana-mana."

"Itu menjijikkan. Sepertinya itu ide Nikki." Rob berkata sambil berjalan lagi ke kamar mandi.

"Yeah,..Kellan dikerjain dua kali pagi ini. Dia mau memakai deodoran hanya saja mereka sudah menukarnya dengan cream cheesse, dia bilang sekarang baunya sudah kayak keju busuk."  Rob berpikir bahwa itu ide yang lumayan bagus.

"Kemudian Kellan ke kamar mandi, dan waktu dia flush toiletnya ternyata sudah dikasih sabun warna kuning, jadi buihnya kemana-mana. Dia harus memanggil  petugas kebersihan untuk membereskan itu. Dia bilang cewe-cewe itu lebih hebat dari yang dia duga. Aku rasa dia sedikit takut sekarang pada mereka, tapi tidak mau mengakuinya."

Rob berjalan keluar, mengambil sneakers dan memakainya. Dia berjalan ke arah Jackson kemudian memukul belakang kepalanya.

"Itu karena kau telah memikirkan Kristen untuk mengikatmu, sekarang ayo pergi. Aku ingin melihat iblis itu yang katanya pacarku, aku ingin membuat dia gemetar karena menginginkanku."

"Yeah..semoga beruntung untuk itu. Kellan kasihtau aku, kalau dia tidak mau bercinta denganmu."

"Aku anggap itu aneh karena keliatannya semua orang tau tentang kehidupan seks kami."

"Dude..Kau punya rumput-rumput yang menempel di belakang kaosmu minggu lalu, Kristen punya daun ayng menempel di rambutnya."

"Dia jatuh dan aku mau membantunya, jadi aku ikutan jatuh." Rob berkata dengan wajah yang tidak berdosa yang hanya membuat Jackson tertawa.

"Apakah itu yang kau beritahukan pada orangtuanya, ketika mereka menangkap kalian sedang berganti pakaian?"

Rob ingat saat itu dia membeku di tempatnya, ketika tiba-tiba orangtua Kristen muncul di trailernya. Kristen tersenyum dan memeluk orang tuanya. Sementara ia hanya berdiri kaku menanti ayah Kristen akan membunuhnya.

"Tidak, aku biarkan dia yang menjelaskan semuanya. Dia memberitahukan mereka, tepat seperti apa yang kuberitahukan padamu."

"Aku berani bertaruh bahwa mereka akan percaya pada kalian sama seperti saat ini aku percaya pada kalian." Jawab Jackson penuh sarkartis.

"Aku menunggu dia sampai berumur 18 tahun , yang mana aku baru bisa melakukannya."

"Dia berumur 18 tahun saat kau mulai kencan dengannya."

"Hey..Aku ini orangnya polos sampai aku bertemu Kristen. Tanya saja pada ibuku."

"Tolong deh..ibumu lebih sayang pada Kristen, dia akan membela Kristen daripada membelamu."

"Aku tau. Gila gak tuh?" Rob menggelengkan kepalanya sambil tertawa, dia bertanya-tanya dimana sekarang Kristen bersembunyi. Mereka berjalan menuju tangga, dan tiba-tiba mereka mendengar teriakan.

"Sepertinya itu suara Ashley." Jackson berkata sebelum keduanya buru-buru menuju kamar cewe-cewe.

Episode 5

Kristen menyender di tembok, sambil melihat Ashley yang sedang memarahi Kellan. Kellan hanya menunduk, sementara Ashley menggaruki seluruh badannya. Mungkin gurauan ini sudah kelewatan, tapi hey..namanya juga perang!

"Aku akan melawanmu sekarang, aku tidak peduli aku lebih besar dan kuat dariku. Memikirkan kau akan kesakitan sudah merupakan motivasi buatku." Kata Ashley sambil berusaha memukul muka Kellan tapi hanya bisa mencapai bahunya.

"Kau menuangkan sirup di celanaku ketika kita sednag sarapan. Bisa gak kau bayangkan betapa tidak nyamannya itu?!"

"Plis deh..bisa lebih kayak cewe lagi gak seh?!" Kata Nikki sambil berdiri di sebelah Ashley.

"Kau meletakkan jamur di omeletku. Aku alergi itu tau!Asshole!" Ashley berteriak sambil menghentakkan kakinya dengan kesal.

Kristen kaget mendengar teriakan itu, ini tidak akan berakhir dengan baik. Dia mendengar pintu kamar terbuka, dan melihat Rob dan Jackson masuk ke kamar itu juga. Kristen berfikir kapan Rob akan muncul, dia kangen ingin berada dekat Rob beberapa hari ini. Tapi sulit kumpul-kumpul dengan mereka sambil paranoid tentang sesuatu yang buruk yang akan terjadi kemudian.

Rob berjalan ke arahnya, dan ikut menyender di sebelah Kristen. Dia merasakan lengan Rob menekan lengannya, dan dia menyender lebih dekat ke arah Rob.

"Hey." Rob berbisik ke arahnya sambil mencium kepalanya.

"Aku bertanya-tanya kapan kau akan muncul."

"Yeah..sori aku tadi sedang terikat, kau taulah seperti apa."

"Aku hanya dapat membayangkannya." Kristen menghela napas kecewa.

"Aku yakin kejadian itu bisa diulang lagi." Kata Rob.

Kristen berpikir apakah suaranya bisa lebih seksi lagi, apakah Rob harus berbicara sangat dekat di telinganya. Dia tau dia menyiksa dirinya sendiri dengan tidak menjauhi Rob tapi dia tidak bisa membuat kakinya bergerak.

"Ashley mungkin akan membunuhnya, apakah aku tidak mau menolongnya?"

"Ashley seperti disengat banyak lebah. Itu adalah hal terjelek yang pernah aku lihat. Dia seperti STD berjalan."

Kristen langsung mendengus geli terkejut mendengar perkataan Rob. Shit! Seharusnya dia tidak tertawa. Dia melihat semua orang memandang ke arahnya.

"Um..Rob berkata untuk mencukur rambut agar menghilangkan sirup. Dia pikir itu akan  membuatnya kelihatan besar." Kristen mengangkat bahu, tidak mau melihat ke arah Rob.

"Apa yang kau bicarakan?" Kristen tersenyum pada Rob sambil pelan-pelan menjauhi Rob. Rob tidak melepaskan pandangannya ke arah Kristen, jadi Kristen melangkah lagi  agar jauh dari Rob.

"Apa yang kau cukur, serius, man,..jangan pernah berpikiran begitu. Itu adalah hal yang harus kau simpan sendiri. Aku agak sedikit aneh bahwa kau merasa perlu berbagi tentang itu."

Kristen melihat ke arah Kellan , mengharapkan Kellan agar menutup mulutnya, Rob melihat dari Kristen kemudian kembali melihat Kellan. Rob mengangkat tangannya seperti menyerah.

"Aku akan memberikan segalanya biar aku tau apa itu maksudnya."

Itu merupakan petunjuk untuk Kristen, pelan-pelan dia menuju ke arah pintu kamar Nikki, mungkin Rob tidak akan melihatnya kalau dia diam-diam menyelinap keluar.

"Berhenti Stewart, aku mau tau apa yang dibicarakan Kellan dan aku benar-benar tidak mau kehilangan ini karena aku harus mengejar your skinny ass."

Kristen menjulurkan lidahnya ke arah Rob, tidak begitu peduli apakah Rob akan melihatnya atau tidak.

"Aku lihat itu."

Shit pikir Kristen dan ia menunggu ketika Kellan memberitahukan Rob bahwa Ashley menumpahkan sirup ke celananya.

"Jadi kenapa kau belum mandi juga sekarang." Kata Jackson dengan muka jijik. Kristen hanya diam dan berpikir bahwa Rob masih melihat ke arahnya.

"Karena Ashzilla tidak memperbolehkan aku." Kata Kellan. Saat mendengar itu, Ashley langsung menerjang Kellan dan berkata,

"Aku beri kau Ashzilla, dasar kau gorila yang kebesaran!"

"Singkirkan dia dariku. Aku tidak mau ketularan gatal-gatal darinya!" Kata Kellan.

Kristen melihat Nikki dan Jackson menarik Ashley, tapi Ashley sempat menggunakan lututnya untuk menendang selakangan Kellan.

"OW..SHIT..Fuck!

Kristen melihat Kellan yang sedang kesakitan , kemudian melihat ke arah Rob yang meringis simpati melihat Kellan.

"Kristen, bantu aku memegang Ashley." Kata Nikki. Kristen menuju ke arah Ashley dan memegang sebelah lengannya.

"Ayo Ash..Mari duduk, dan kami akan memberimu oatmeal untuk menghilangkan gatal-gatal itu." Mereka membawa Ashley ke kamarnya.

"Stewart, kita akan bertemu nanti, dan bicara tentang kebutuhanmu untuk berbagi." Kata Rob.

Shit. Rob masih memanggilnya dengan nama belakangnya. Kristen padahal berharap dia sudah keluar dari kamar itu, sebelum Rob keburu ingat padanya.

"Jam berapa bagusnya." Kata Rob.

"Jam 10. Temui aku jam 10."

"7."

"Jam 9 aja ya..Ok!Jam 9. Aku akan meneleponmu. I love you." Kristen memberikan tatapan penuh cinta.

"Tetap jam 7." Kata Rob sambil memutar matanya, melihat cara Kristen yang menyedihkan untuk melunakkannya.

"Shit." Kristen berkata sambil berjalan ke arah kamar Ashley.

Bersambung..
___________________________

Huahahahaha..makin seru yaaa!!

Ntar perang mereka makin gila!..n kalian juga makin gila desak-desak gw buat cepet update!hauhahaha...

Kayak bener dibuat berdasarkan karakter asli mereka gt ya...so much entertaining!Gw aja sambil translate sambil ketawa2 gt..again..n again...wkwkwkwk..Ato jangan2 gw emang dah gila..huahahahha..

Makasih xglamour84gurlx.livejournal..THIS FANFIC IS GREAT!!

Translator n Post : Melinda






















Wednesday, March 10

FANFIC : PERANG!! (EPISODE 1)

Alert : Post ini untuk 20 thn ke atas..Bahasa dan isi ekstrim..klo punya masalah dengan itu, lewatkan post ini..Kami sudah peringatkan!!



Episode 1

Rob mendengar pintu ditutup, dia tidak dapat percaya bahwa Kristen meninggalkannya sendirian di kamar hotelnya. Dia juga tidak dapat percaya Kristen berdiri di sana, berpakaian, sementara dia harus menghadapi ereksinya sendirian. Rob tidak tahu bahwa Kristen memaksa dirinya sendiri, jika saja Rob mendengar desahan Kristen memanggil namanya saat keluar dari kamar mandi, Kristen tidak akan selamat. Pikiran Rob saat membayangkan Kristen bersamanya langsung membuat bagian celananya tambah mengetat lagi.

"Motherfucker, Dia bahkan tidak di sini dan dia bisa mengacaukan mu! Ayo sadar dan kembali ke pertandingan, Pattinson! Dia meninggalkanmu sendirian dikamar hotelnya, dengan masalah yang tidak dapat kamu atasi sendiri." Rob menarik napasnya, berusaha untuk tenang dan membuang jauh-jauh bayangan kotor tentang Kristen.

Setelah dia bisa menguasai keadaan, dia meraih pintu untuk membukanya, hanya untuk menemukan bahwa pintunya di kunci. Dia mendorong lebih kuat, tapi pintu itu tidak bergerak sama sekali. Kristen telah menguncinya dari luar. Rob sebenarnya tidak mau mengakuinya, tapi dia merasa bangga dengan Kristen. Hanya saja jika dia harus mengunci seseorang, dia pasti akan memastikan bahwa orang itu tidak punya HP di kantongnya.

"Hai Jacks, Aku ingin kau segera mengeluarkan aku dari kamar mandi Kristen."

"Kenapa, dia tidak memperbolehkanmu keluar?"

"Kristen mengunciku di kamar mandi."

"Dude, itu menyebalkan. Beri aku waktu 5 menit. Aku akan bawa Kellan dan kami akan mengeluarkanmu."

"Bagus! Karena saatnya untuk membayar balik perlakuan ini."  Rob mendengar Jackson tertawa, sebelum dia menutup telepon.

Rob duduk di meja wastafel sambil menunggu teman-temannya datang, dia masih memikirkan Kristen yang berfikir bahwa dia telah memenangkan permainan kecil ini. Sebenarnya, dia sengaja membuat Kristen berpikir bahwa telah menang, tapi Rob punya rencana lain untuk Kristen disamping Perang ini. Rob bertanya-tanya sejauh mana Kristen akan menggodanya, Rob tidak pernah tahan akan godaan Kristen dan itu bahkan tidak disengaja oleh Kristen.

Rob selalu merenung dan berpikir bagaimana Kristen tidak sadar bahwa dia sangat menggairahkan. Sebelum mereka benar-benar berpacaran, Rob seringkali masturbasi melebihi saat dia berumur 12 tahun dan menemukan pornografi. Rob tersenyum saat memikirkan betapa kuatnya pengaruh Kristen, pokoknya dia harus membuat Kristen meneriakkan namanya besok malam. Rob berusaha tidak memikirkan hal itu, memikirkan Kristen telanjang di kasurnya sambil meneriakkan namanya, tidak akan membantu dirinya saat ini.

"Rob kau disana?"

"Tidak.Aku lagi jalan-jalan.Hellow..aku terkunci disini, makanya aku menelepon kalian."

"Oh lihat!Ada catatan dari Kristen." Rob mendengar Kellan berkata, Rob agak cemas kenapa harus ada catatan jika dia seharusnya terkunci di dalam.

"Well..Ayo baca!" Rob mendengar Jackson berkata.

"Hai guys..Pasti Rob akan menelepon kalian dan bilang Hi, dan agar kalian tau bahwa Rob adalah orang yang sesat. Perang dimulai! Love Kris"

"Ayo cepat keluarkan aku dari sini!" Teriak Rob.

"Ok ok, sabar..well sebenarnya aku berharap kau memakai celanamu. Aku tidak mau melihat buddy boy mu." Kata Jackson.

"Cepat buka pintu brengsek ini!" Rob mendengar sesuatu di luar, dan akhirnya pintunya terbuka.

"Berapa banyak jari yang aku pegang?" Jackson menjulurkan jarinya, dan Rob menampik tangan Jackson.

"Sepertinya Kristen lebih siap untuk pertandingan Perang tahun ini. Sepertinya mereka punya kesempatan." Kata Kellan. Rob melihat ke arah Kellan yang melambai-lambaikan catatan dari Kristen.

"Tidak sampai kapanpun, ayo guys, ini saatnya mereka untuk menyadari siapa yang mereka lawan." Kata Rob.

Jackson meraih pintu untuk keluar dari kamar Kristen, dan langsung berteriak sambil melihat tangannya, " Oh tidak! Kristen sudah meletakkan selai kacang di pegangan pintu! Ini sangat menjijikan! dan kekanak-kanakkan!"

Saatnya untuk membalas Team cewe!..

Bersambung..
_______________________________

Huahahahaha..tunggu episode berikutnya!Perang semakin seru!!

Makasih untuk xglamourgurlx.livejournal.com atas fanficnya yang so much entertaining!!

Translator n Post : Melinda

Monday, March 8

FANFIC : PERANG!! (PROLOG)

Alert : Post ini untuk 20 thn ke atas..Bahasa dan isi ekstrim..klo punya masalah dengan itu, lewatkan post ini..Kami sudah peringatkan!!


Prolog

Bunyi alarm tidak berhenti, Kristen mencari-cari sumber bunyi  dan tidak menemukan jam weker itu. Lampu dikamarnya juga gelap, dia meraih meja di samping tempat tidur hotelnya dan tidak menemukan apa-apa. Mereka meninggalkan nya dalam kamar yang tidak ada cahaya dan jam weker yang disembunyikan entah dimana.

Ini pasti kerjaan Kellan, salah satu dari tiga idiot yang memulai perang ini untuk menyambut April Mop. Team cewe yaitu Kristen, Nikki dan Ashley melawan Team cowo yang terdiri dari Rob, Kellan, dan Jackson. Team cewe bersumpah akan menang tahun ini, setelah disiksa oleh Team cowo tahun lalu.

"Son of a bitch". Kata Kristen.

Dia menutup kepalanya dengan bantal dan berteriak di dalam bantal. Dia akan membunuh mereka semua. dia harusnya sudah dapat mengantisipasi ini, tapi dia tidak sadar sebentar lagi April Mop. Padahal Team cewe sudah bersiap-siap untuk perang ini, mereka akan menghapuskan seringai bodoh di wajah cowo-cowo itu. Dia meraih HP di samping tempat tidur, dan menekan angka 1 di speed dial dan menanti dengan sabar.

"Hello." Rob menjawab dengan suara yang grogi karena baru bangun dari tidur, emang itu yang diharapkan Kristen, Rob yang setengah sadar.

"Aku hamil." Kristen mendengar bunyi telepon jatuh. diikuti dengan bunyi sepertinya Rob terantuk sesuatu.

"Ow fuck fuck ..fuck..!"

Kristen menutup teleponnya, mengambil bantal dan pergi ke kamar mandi, dia tutup pintunya agar suara jam weker itu tidak terdengar lagi. Dia tidur dalam bathtub dan tersenyum. Dia yakin dia akan bisa tidur lagi dengan tenang, dan dia juga sangat yakin Rob pasti sedang panik sebelum akhirnya sadar ini adalah Perang, Dia menarik napas dengan puas, kemudian kembali tidur.

***

Kristen masih tidur dengan nyenyak selama beberapa jam ketika dia merasa badannya tersiram air shower yang dingin. Dia terbangun, panik, dan berusaha untuk bernapas. Dia menghapus air di matanya, dan melihat Rob sedang tersenyum dengan penuh kepuasan.

"Kau membuatnya jadi lebih mudah, baby..gimana aku bisa melewatkan kesempatan bagus ini." Rob berkata sambil masih menyiram Kristen dengan slang shower.

"Kau dan dua temanmu akan kalah tahun ini Pattinson, kau akan memohon pengampunan ketika kami sudah selesai." Dia berusaha berjuang untuk keluar dari bathtub dengan pakaian yang basah dan berat, yang mana hanya tambah membuat Rob tertawa senang bukannya ketakutan.

"Bagaimana wake up call pagi ini Kris?" Dia terdengar menggoda. Kristen bertanya-tanya apakah akan buruk dalam perang ini, apabila dia ingin 'menerkam' musuhnya.

"Aku bisa kembali tidur dengan tenang, bagaimana denganmu setelah menerima wake up call tadi malam?" Kristen menaikkan alisnya ; dia tau Rob memperhatikan dirinya dengan pakaiannya yang melekat di tubuhnya. Kristen memegang bahu Rob agar bisa keluar dari bathtub dan sengaja menempelkan badannya ke arah Rob.

"Itu gurauan yang buruk, Love, kau hampir saja memberiku serangan jantung."

Kristen tersenyum mendengar suara Rob yang mulai berat, dan cara Rob memandang dirinya saat ia menjilat bibirnya.

"Kau sendiri yang bilang 'semua adil dalam cinta dan perang', aku hanya mengikuti saranmu, Tampan."

Kristen berjinjit dan memberikan ciuman singkat pada Rob sebelum menariknya lagi, dari tatapan Rob, Kristen tau dia punya waktu 6 detik sebelum Rob akan mendorongnya ke meja wastafel di kamar mandi dan melakukan hal-hal kotor yang dia suka. Kristen melepaskan pelukan Rob, memberikan kedipan dan senyum yang menggoda.

"Aku punya banyak saran yang bisa kau ikuti, dimulai dengan kaos basah itu." Kata Rob sambil ingin meraih Kristen. Kristen menampik tangan Rob.

"Tidak, kau tidak bisa, tidak ada seks antara musuh." Kata Kristen. Rob melihat Kristen dengan ekpresi tidak percaya.

"Kau serius."

"Yup."

"Gak mungkin kau bisa melakukan itu. Kau kan tidak bisa melepaskan tangan mu dariku."

"Siapa bilang semuanya tentang menjaga tanganku untuk diriku sendiri, membayangkan kau berjalan selama 2 hari dengan penuh ereksi, merupakan puncak kemenangan kami nantinya."  Dia mendorong Rob, merasakan ereksi Rob yang melekat di tubuhnya. Erangan frustasi keluar dari mulut Rob, membuat Kristen tersenyum lebih lebar.

"Kau sebaiknya berhati-hati, Love, Aku tidak mau melompat ke arahmu di tengah orang ramai, tapi aku akan, dan kemudian kau mungkin akan menyukainya."

Kristen berjalan ke pintu, dan menoleh ke arah Rob,..

" Kau mau aku memberikanmu dan buddy boy sedikit waktu untuk sendirian."

"Kecuali kau mau melihatnya, aku akan lakukan." Kata Rob.

"Sori, aku sibuk sekarang." Kristen mendengar suara tertawa frustasi dari Rob saat dia menutup pintu kamar mandi dan mencari pakaian kering , kemudian dia akan rapat dengan cewe-cewe, ada perang yang harus mereka menangkan.

Bersambung..

_________________________

Huahahaha..pemain Twilight berperang untuk menyambut April Mop..Episode berikutnya bakal lebih seru dan lucu dan yang pastinya akan penuh LEMON!!

Makasih xglamour84gurlx.livejournal.com atas fanficnya..so much entertaining!!

Translator n Post : Melinda